
Bandung, Jawa Barat (29/11)— Kebaktian Sabat pagi yang diikuti oleh seluruh delegasi dari Uni Indonesia Kawasan Barat dan Uni Indonesia Kawasan Tengah berlangsung khidmat di Malibu Dome, Hotel Grand Pasundan, Bandung, Jawa Barat, pada Sabat, 29 November 2025. Ibadah dimulai tepat pukul 08.15 dan turut dihadiri beberapa tamu undangan.
Kebaktian diawali dengan Sekolah Sabat dalam format diskusi panel yang dipimpin dan dimoderatori oleh Pdt. Joseph Sianipar. Seluruh delegasi mengikuti sesi ini dengan antusias hingga memasuki pukul 09.30. Tepat pukul 09.35, Kebaktian Khotbah dimulai dengan partisipan baik dari SSD, Uni Barat dan Uni Timur.
Penekanan Tema “Integrated for Mission” dan Kesatuan Gereja
Pekabaran Firman Tuhan disampaikan oleh Ketua Divisi Asia Pasifik Selatan, Pdt. Roger Caderma, dan dialih bahasakan oleh Ketua Uni Indonesia Kawasan Tengah, Pdt. Rudi Situmorang. Dalam khotbahnya, Pdt. Caderma menekankan tema besar, “Integrated for Mission” (Bersatu untuk Misi), menegaskan bahwa kesatuan adalah kekuatan gereja sebagaimana yang ditulis oleh Ellen G. White. Ia menjelaskan bahwa pembagian dua uni bukan dibuat untuk memisahkan, tetapi untuk memperluas pekabaran.
Dengan ilustrasi warna-warna yang saling terkait pada logo Olimpiade, ia menggambarkan bahwa gereja dipanggil untuk saling terkait dan bersatu.
“Kita satu gereja, satu pikiran, satu misi—misi untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Ketika Injil diberitakan ke seluruh bumi, Yesus akan segera datang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persekutuan dengan Allah berarti berlandaskan pada Alkitab dan berfokus pada misi (Grounded in the Bible, Focused on the Mission).
Pdt. Caderma juga menyinggung dua singkatan rohani yang dapat menjadi kekuatan bagi kedua uni:
- CIUM (Uni Indonesia Kawasan Tengah): Communion, Identity, Unity, Mission
- WIUM (Uni Indonesia Kawasan Barat): Working, Identity, Unity, Mission

Tantangan Kepemimpinan Melalui Kisah Musa
Dalam bagian berikutnya, ia membahas tantangan kepemimpinan melalui kisah Musa. Musa yang awalnya bukan siapa-siapa, dipanggil menjadi hamba dan sahabat Allah. Ada tiga tantangan utama yang dihadapi Musa: saat dibuang ke Sungai Nil, saat berada di Midian, dan ketika hampir memasuki Tanah Perjanjian—tantangan terberat dalam hidupnya. “Jika saudara berdiri di kaki Musa, apa yang akan saudara lakukan? Inilah pelajaran bagi setiap pemimpin,” jelasnya. Ia mengutip Musa yang berbicara kepada Allah sebagai sahabat-Nya (Keluaran 31:1) dan kesediaan Musa untuk mengorbankan dirinya bagi umat Israel (Keluaran 32).
Arah Misi Lima Tahun ke Depan
Untuk arah pelayanan lima tahun ke depan, Divisi Asia Pasifik Selatan mengadopsi akronim REAPS:
R — Reach (Jangkau)
E — Expand (Perluas)
A — Advance (Maju)
P — Proclaim (Kabarkan)
S — Seek, Save, Disciple (Cari, Selamatkan, Muridkan)
Ia menegaskan bahwa panggilan misi adalah panggilan Allah, dan Tuhan tidak mengizinkan penurutan yang setengah hati. Melalui kisah kompromi Firaun yang hanya ingin mengizinkan kaum laki-laki Israel keluar dari Mesir, Pdt. Caderma menegaskan bahwa misi adalah panggilan keluarga.
“Tuhan menginginkan seluruh keluarga. Kita harus pergi dan melayani bersama—pekerja, keluarga, hingga anggota jemaat.”
Misi, lanjutnya, juga mencakup membawa anak, pasangan, dan seluruh keluarga dalam perjalanan iman. Persatuan gereja berarti bersatu dalam keberagaman suku, bahasa, dan latar belakang. Misi tidak hanya untuk keluarga, bukan hanya untuk jemaat, bukan hanya untuk pemimpin gereja, tetapi juga mencakup tetangga dan komunitas sekitar.
“Ketika kita menuju Tanah Perjanjian, bukan hanya kita yang masuk, tetapi semua orang dalam perjalanan itu,” tegasnya.

Seruan Komitmen Pelayanan
Pdt. Caderma kemudian mengajak seluruh delegasi untuk memperbarui komitmen pelayanan. Ia menegaskan bahwa orang yang berkomitmen akan kembali pada fokus misi, sebab dalam pelayanan tidak ada istilah naik atau turun jabatan—kita hanya dipilih. Komitmen, katanya, membangun kepercayaan jemaat yang memperhatikan apakah pemimpin terpilih atau tidak, namun tetap berkomitmen dalam pelayanan.
“Ketika kita berkomitmen, kita tidak hanya membawa orang tertentu, tetapi semua,” ujarnya. Meskipun tantangan terus dihadapi, pemimpin dipanggil untuk membawa seluruh umat menuju tujuan yang sama.
Di akhir kebaktian, Pdt. Roger Caderma mengundang para pemimpin dan semua yang terpilih untuk maju ke depan sebagai wujud komitmen mereka kepada Tuhan untuk membawa seluruh keluarga dan umat dalam misi. Ia juga mengajak seluruh pelayan dan pekerja berdiri, menyerahkan diri dalam pelayanan, sebelum didoakan bersama.
Kebaktian Sabat pagi kemudian ditutup dengan pengumpulan persembahan khusus untuk korban bencana alam banjir di Sumatera, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu tema “Misi Kita” , ditutup dengan doa tutup oleh Pdt. Samuel Yotam Bindosano, Sekretaris Eksekutif Divisi Asia Pasifik Selatan
Mari dapatkan informasi resmi dan terperaya terkait Konferensi Lima Tahunan UIKB & UIKT 2025 melalui:
Facebook: https://www.facebook.com/advent.indonesiabarat
Instagram: https://instagram.com/advent.indonesiabarat
Youtube: https://www.youtube.com/@advent.indonesiabarat
Penulis: E.R., Komunikasi UIKB

