
Bandung, Jawa Barat (27/11) — Suasana khidmat mewarnai Kamis pagi ketika lebih dari 100 delegasi dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berkumpul di Malibu Dome, Grand Pasundan Convention Hotel, Bandung. Mereka menghadiri ibadah Pembukaan Konferensi Lima Tahunan Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) dan Uni Indonesia Kawasan Tengah (UIKT), yang secara resmi menandai dimulainya agenda rapat selama beberapa hari ke depan.
Total delegasi yang hadir terdiri dari:
- Delegasi UIKB: 42 orang (termasuk para officer dan perwakilan institusi)
- Delegasi UIKT: 60 orang (termasuk para officer dan perwakilan institusi)
- Delegasi ADRA Indonesia, Hope Channel Indonesia, Indonesia Publishing House (IPH), 1000 Missionary Movement, Undangan & Pensiunan: 14 orang
- Anggota Komite Eksekutif UIKB: 10 orang
- Delegasi dari Divisi Asia Pasifik Selatan (SSD): 22 orang
Ibadah Pembukaan yang Penuh Sukacita

Acara dibuka dengan lagu pujian yang dipersembahkan oleh para pemimpin departemen UIKB. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak ketika para delegasi dari dua uni menyatukan hati dalam ibadah pagi tersebut.
Roni Manurung, bendahara terpilih Uni Indonesia Kawasan Barat yang baru, kemudian memperkenalkan pembicara utama ibadah pembukaan yaitu, Pdt. Jacinto Adap, bendahara SSD. Ia didampingi oleh Pdt. Raymond Lohonauman, direktur Hope Channel Indonesia, yang bertugas sebagai penerjemah.
Dalam pekabarannya, Pdt. Jacinto Adap menyampaikan firman yang berfokus pada misi dan Firman Tuhan sebagai fondasi utama kepemimpinan. Ia menekankan bahwa,
“Kepemimpinan bukanlah kepemilikan, tetapi penatalayanan yang harus berlandaskan Alkitab. Gereja mungkin memilih para pemimpin, tetapi Allahlah yang membentuk mereka. Dan seorang pemimpin harus “walk with God” — berjalan bersama Tuhan dalam setiap langkah pelayanannya.”
Nehemia diangkat sebagai teladan pemimpin Alkitabiah yang berpusat pada misi dan firman.
Ia mengingatkan bahwa hanya para pemimpin yang berfokus pada Firman Tuhan yang akan terhindar dari “khayalan yang menipu” di hari-hari akhir seperti ini dan bahwa gereja bukan sekadar organisasi, melainkan tubuh misi yang berasal dari Surga.
Pesan Penting tentang Kerendahan Hati dan Sikap Hati Pemimpin

Pdt. Adap berulang kali mengajak para pemimpin untuk memeriksa motivasi, sikap, dan kerendahan hati mereka. Ia menegaskan,
“Pemimpin tidak boleh menggunakan otoritas Ilahi dengan semena-mena. Jabatan yang diterima bukanlah karena kehebatan pribadi, tetapi semata-mata karena kasih dan kemurahan Tuhan.”
Tuhan akan memampukan setiap pemimpin yang datang dengan hati yang rendah, memohon tuntunan-Nya. Ia juga mengutip tulisan Ellen G. White yang menyatakan: “Dia yang sepenuhnya melayani Tuhan akan dibuat kuat.”
Menjelang akhir khotbahnya, Pdt. Adap memberikan dua panggilan khusus:
- Bagi mereka yang akan terpilih: Tetaplah rendah hati. Datanglah kepada Tuhan dan mintalah tuntunan.
- Dan bagi mereka yang tidak terpilih: Bersukacitalah dalam Tuhan. Doakan dan dukung mereka yang terpilih.
Pembukaan Konferensi Lima Tahunan UIKB dan UIKT ini menjadi momen refleksi rohani yang mendalam, sekaligus pengingat akan panggilan mulia para pemimpin gereja sebagai penatalayan yang setia dalam misi Tuhan. Atmosfer ibadah yang khusyuk dan pesan yang penuh kekuatan rohani diharapkan menjadi fondasi bagi seluruh agenda rapat yang akan berjalan ke depan.
Mari dapatkan informasi resmi dan terperaya terkait Konferensi Lima Tahunan UIKB & UIKT 2025 melalui:
- Facebook: https://www.facebook.com/advent.indonesiabarat
- Instagram: https://instagram.com/advent.indonesiabarat
- Youtube: https://www.youtube.com/@advent.indonesiabarat
Penulis: E.R., Komunikasi UIKB

