Laporan Para Officers Uni Indonesia Kawasan Barat Periode Lalu Sampaikan Perkembangan Pelayanan dan Administrasi

Departemen Komunikasi UIKB

Bandung, Jawa Barat (27/11) — Dalam rapat tahunan penutupan periode pelayanan, para pejabat Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) periode lalu—Pdt Sugih Sitorus sebagai Ketua, Pdt Binsar Sagala sebagai Sekretaris Eksekutif, dan Panahatan Doloksaribu sebagai Bendahara—menyampaikan laporan menyeluruh mengenai pertumbuhan pelayanan, pengembangan sistem administrasi, serta kondisi keuangan organisasi. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum penting menjelang pembentukan struktur Uni Indonesia Kawasan Tengah yang baru terbentuk.

Laporan Ketua: Pertumbuhan Jemaat, Pertobatan, dan Proses Pemekaran Uni

Ketua UIKB dalam laporannya menegaskan bahwa periode pelayanan sebelumnya ditandai dengan pertumbuhan signifikan jemaat di berbagai konferens dan daerah misi. Pertumbuhan ini juga tercermin dalam meningkatnya jumlah baptisan dan pertobatan, sebagai hasil dari program penginjilan terpadu, pelatihan pelayanan, dan keterlibatan aktif gereja lokal.

Selain memaparkan pertumbuhan rohani dan organisasi, Ketua juga menguraikan proses panjang pemekaran yang akhirnya menghasilkan dua wilayah pelayanan terpisah: Uni Indonesia Kawasan Barat dan Uni Indonesia Kawasan Tengah

Pemekaran ini disebut sebagai langkah strategis demi meningkatkan efektivitas koordinasi, memperkuat kepemimpinan wilayah, serta mempercepat pengembangan pelayanan di berbagai daerah yang sebelumnya sulit dijangkau secara optimal karena cakupan wilayah yang terlalu luas.

Laporan Sekretaris: AMR, ACMS, dan Mission Refocus

Sekretaris UIKB menyoroti beberapa program kunci yang berjalan sepanjang periode pelayanan: (1) Program AMR berjalan aktif melalui pelayanan-pelayanan berikut yang memperkuat citra gereja di tengah masyarakat; (2) Administrasi keanggotaan terus disempurnakan melalui sistem ACMS; dan, (3) Program Mission Refocus menjadi fondasi penyelarasan pelayanan di seluruh unit organisasi.

  1. AMR (Adventist Muslim Relations) & Pelayanan Masyarakat
    • Pembagian takjil selama bulan Ramadan sebagai bentuk komitmen pelayanan sosial lintas masyarakat;
    • Pemberian bantuan kepada keluarga terdampak bencana dan masyarakat kurang mampu; dan,
    • Peningkatan kolaborasi dengan relawan lokal.
  2. ACMS (Adventist Church Management System)
    • Peningkatan jumlah anggota yang telah terdaftar secara digital;
    • Perbaikan data keanggotaan yang lebih cepat, akurat, dan transparan; dan,
    • Pelatihan ACMS untuk sekretaris jemaat di seluruh konferens.
  3. Mission Refocus
    • Penguatan komitmen misi di tingkat jemaat,
    • Realokasi sumber daya untuk kegiatan penginjilan,
    • Peningkatan koordinasi antara lembaga gereja dan institusi pendidikan.

Laporan Bendahara: Pertumbuhan Persembahan dan Stabilitas Keuangan

Bendahara UIKB memaparkan laporan keuangan yang menunjukkan tren positif. Poin utama yang disampaikan antara lain:

  • Pertumbuhan persembahan tiap tahun yang mencerminkan peningkatan partisipasi dan komitmen anggota jemaat;
  • Pengelolaan anggaran yang dinilai tetap transparan dan akuntabel;
  • Laporan keuangan yang telah diaudit dan memenuhi standar administrasi organisasi; dan,
  • Alokasi dana yang efektif untuk operasional, penginjilan, dan kegiatan sosial.

Bendahara menegaskan bahwa kondisi keuangan UIKB periode lalu berada dalam keadaan stabil dan sehat, sehingga mendukung program-program misi secara menyeluruh.

Penandatanganan dan Serah Terima Jabatan Kepemimpinan

Departemen Komunikasi UIKB

Menandai penutupan laporan tersebut, diadakan penandatanganan dan serah terima laporan dan jabatan dari Officers Periode lalu kepada Officers yang baru baik Uni Indonesia Kawasan Barat dan Uni Indonesia Kawasan Tengah.

Mari dapatkan informasi resmi dan terperaya terkait Konferensi Lima Tahunan UIKB & UIKT 2025 melalui:

Penulis: E.R., Komunikasi UIKB

Picture of wium.org
wium.org

Post a comment

donate-online