
Evaluasi Pelayanan, Tantangan Penginjilan 2026, dan Penegasan Fokus Misi Gereja
Bandung, Jawa Barat (29/11)—Setelah makan siang, seluruh delegasi dari dua uni kembali memasuki hall utama untuk mengikuti sesi spotlight. Sesi ini berisi laporan kegiatan dan pelayanan dari daerah, konferens, serta institusi yang berada di bawah kedua uni. Pemaparan tersebut menjadi sarana resmi untuk meninjau perkembangan pelayanan dan menyelaraskan arah kerja ke depan.
Acara berlanjut dengan kebaktian tutup Sabat yang dibawakan oleh Panahatan Doloksaribu, Bendahara Uni Indonesia Kawasan Barat periode sebelumnya. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan evaluasi atas pelayanan periode lalu, sebagai refleksi dan pelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan dua uni pada periode mendatang.
Tantangan Penginjilan 2026: Grounded in the Bible, Focused on the Mission
Dalam pekabarannya, Panahatan Doloksaribu menegaskan kembali misi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh: “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku.” Beliau mengajak para delegasi memahami konsep GAP (Goal Achievement Plan), yang meliputi kesadaran terhadap kondisi nyata, analisis penyebab keterlambatan, penyusunan strategi serta sumber daya, dan pengambilan tindakan untuk menjembatani kesenjangan pelayanan.
Beliau menyampaikan bahwa solusi utama terletak pada proses refocus, melalui tiga langkah penting:
- Refocus on your real destination – kembali pada tujuan utama pelayanan.
- Refocus to find the route – menentukan jalur dan strategi yang tepat.
- Refocus to take action – mengambil langkah nyata dan berkelanjutan.

Area Prioritas dan Disiplin Pelayanan
Beliau juga menyoroti lima area kunci yang perlu diperhatikan dalam capaian misi, yaitu: diri sendiri, pekerjaan, keuangan, relasi, serta kehidupan sederhana yang baik dan bermakna. Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan empat disiplin utama:
- Fokus pada hal-hal yang penting,
- Tindakan berdasarkan lead measure atau SOP yang berlaku,
- Menjaga catatan skor yang menarik dan konsisten, dan
- Serta menciptakan ritme akuntabilitas.

Penegasan Amanat Agung
Sebagai penutup, Panahatan Doloksaribu mengajak seluruh delegasi dan pemimpin untuk kembali berfokus pada Amanat Agung sebagaimana tercantum dalam Kisah Para Rasul 1:8. Ia menegaskan bahwa keberhasilan misi sangat bergantung pada kuasa Roh Kudus, serta pada kesatuan hati dan pikiran seluruh pelayan Tuhan. Beliau memotivasi setiap delegasi untuk terus bekerja dan melayani dengan setia, teguh pada misi yang telah dipercayakan.
Kebaktian tutup Sabat ini juga menjadi penutup dari seluruh rangkaian Konferensi Lima Tahunan Uni Indonesia Kawasan Barat dan Uni Indonesia Kawasan Tengah.
Mari dapatkan informasi resmi dan terperaya terkait Konferensi Lima Tahunan UIKB & UIKT 2025 melalui:
Facebook: https://www.facebook.com/advent.indonesiabarat
Instagram: https://instagram.com/advent.indonesiabarat
Youtube: https://www.youtube.com/@advent.indonesiabarat
Penulis: E.R., Komunikasi UIKB

