
Bandung, Jawa Barat (26/11) — Seluruh peserta dari Uni Indonesia Kawasan Barat(UIKB) dan Uni Indonesia Kawasan Tengah (UIKT) telah tiba dan berkumpul di Hotel Grand Pasundan, Bandung, pada Rabu malam, untuk mengikuti Rapat Lima Tahunan kedua uni tersebut.
Acara dibuka dengan lagu pujian oleh Rumah Sakit Advent Bandung, disusul laporan perkembangan pelayanan yang disampaikan oleh Pdt. Ronny Wenas, Sekretaris Eksekutif UIKB yang baru, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Eksekutif UIKB.
Dalam laporannya, ia memaparkan hasil pemekaran daerah yang diputuskan pada Rapat Divisi 2024 serta pemekaran uni yang telah disahkan dalam Rapat General Conference 2025. Salah satu hasilnya adalah pemekaran Daerah Sumatera Kawasan Utara menjadi dua wilayah: Daerah Sumatera Kawasan Utara dan Daerah Sumatera Kawasan Barat Laut.
Selain itu, ia juga menjelaskan proses pembentukan dua uni baru di Indonesia, yakni Uni Indonesia Kawasan Barat yang berkantor pusat di Pekanbaru, serta Uni Indonesia Kawasan Tengah yang berkantor pusat di Jakarta, menggantikan lokasi kantor pusat Uni Indonesia Kawasan Barat saat ini.
Pemaknaan Firman Tuhan: Bersatu untuk Misi

Acara berlanjut dengan pemaparan Firman Tuhan oleh Pdt. Binsar Sagala, Ketua Terpilih Uni Indonesia Kawasan Barat. Ia membawakan khotbah bertema “Bersatu untuk Misi: Dipanggil, Disatukan, Diutus.”
Pdt. Sagala juga menyampaikan Misi Gereja untuk lima tahun ke depan yang telah ditetapkan dalam General Conference, yaitu “Grounded in the Bible, Focused on Mission” — Berdasar pada Alkitab dan Berfokus pada Misi. Ia menekankan empat pilar utama:
- Persekutuan dengan Allah (Communion wiith God)
Jemaat diingatkan untuk membangun altar doa harian di rumah, mempelajari Alkitab secara pribadi, dan merasakan pertumbuhan rohani. - Identitas dalam Kristus (Identity in Christ)
Seruan untuk tetap teguh pada kebenaran Alkitab dan kembali menemukan arti sesungguhnya dari menjadi bagian dari Yesus di dunia yang kompleks saat ini. - Persatuan melalui Roh Kudus (Unity in through the Holy Spirit)
Kesatuan bukan berarti seragam, tetapi keberagaman yang dipersatukan dalam Kristus. Setiap anggota diajak tunduk pada Alkitab untuk mencapai kesatuan. - Misi bagi Semua (Mission for All)
Misi bukan hanya tugas pendeta atau pekerja gereja, tetapi seluruh jemaat. Setiap anggota didorong dilatih dan terlibat dalam pelayanan untuk memberi dampak bagi komunitas.
Sebagai penutup, Pdt. Sagala mengajak umat untuk menjadikan setiap rumah tangga bersatu dalam satu misi, setiap pemimpin untuk memberi teladan, serta seluruh jemaat — dari anak hingga orang tua — terlibat dalam pelayanan. Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak mencari yang paling pintar atau kuat, tetapi yang berkata, “Tuhan, aku bersedia. Pakailah aku”. “Ini aku, utuslah aku.”
Rangkaian ibadah malam ditutup dengan doa persekutuan yang dipimpin oleh Pdt. Kristiyono Sarjono dan diikuti oleh seluruh delegasi yang hadir.
Mari dapatkan informasi resmi dan terperaya terkait Konferensi Lima Tahunan UIKB & UIKT 2025 melalui:
- Facebook : https://www.facebook.com/advent.indonesiabarat
- Instagram : https://instagram.com/advent.indonesiabarat
- Youtube : https://www.youtube.com/@advent.indonesiabarat
Penulis: E.R., Komunikasi UIKB

